Delivering Happiness

Tuesday, October 1, 2024

 


Kemarin, 30 September 2024, aku kembali mengunjungi dokterku. Biasanya kami bersua di Siloam, namun kali ini di Mayapada Kuningan. Tidak jauh dari tempat tinggalku. Namun, bukan ini yang ingin aku ceritakan tapi aku ingin membagikan kebahagian karena bertemu dokterku kembali untuk hal-hal yang lebih baik.

Hari ini, 1 Oktober 2024, sebenarnya bukan hari yang spesial. Namun, kali ini aku ingin menuliskan hal baik. Sebelum menulis cerita ini, aku membaca blog temanku dan aku melihat dia menuliskan cerita tentangku.

Temanku baik. Temanku cantik. Temanku pintar. Namun karena beberapa hal, kami menjadi renggang. Permasalahan muncul karena aku tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki hubungan yang sudah renggang. Percayalah, aku sayang sulit mempertahankan hubungan karena kadang berhadapan dengan manusia sangat melelahkan untukku.

Temanku sudah memiliki anak. Karirnya berhenti tepat setelah ia melahirkan. Sekarang ini, aku ingin sekali bertanya, “Bagaimana rasanya melepaskan karir demi seorang anak?” Tapi aku tau, temanku tidak seegois aku. Dia pasti dengan senang bercerita kalau yang dia lakukan semuanya untuk anaknya. Perlindungan seorang Ibu untuk seorang anak, darah dagingnya, sekaligus buah hatinya.

Dulu sekali, kami bercerita jika sama-sama ingin memiliki anak tanpa hubungan pernikahan. Tapi, aku salah. Dia memang mungkin berhasil menjalani hidup dengan mimpinya, memiliki anak. Namun aku, jangankan ingin mempunyai anak, memikirkannya saja sudah mual. Temanku berhasil, aku tidak.

Terlepas dari itu, aku berbahagia untuk temanku.

Lantas, aku juga ingin menceritakan hari pertamaku di Oktober. Kebetulannya, hari ini salah satu bosku ulang tahun dan kami semua makan Nasi Pajero dan Es Teler 77. Happy!

Aku pake baju hitam-hitam. Entah kenapa aku ingin menggunakan baju hitam-hitam. Lucunya, beberapa temanku bilang jika aku mirip Bernadya. Untungnya~ Bernadya cantik dan aku lucu. HAHAHA

Hari ini harusnya aku juga gym. Tapi, baju gymku ketinggalan. Sedih. Semoga besok bisa gym.

Oh iya, lagi-lagi Devay ngajakin untuk ke Rumah Atsiri. It’s her dream. Tapi, aku selalu takut untuk mengiyakan karena lain halnya yang berhubungan dengan urusan pribadi. Aku terlalu takut dibicarakan karena dibilang mengikuti si A atau si B. Namun nantinya, aku harus mewujudkan ajakan Devay untuk ke Rumah Atsiri. Walau sekedar sniffing sniffing wewangian, salah satu aktivitas kesukaan kami.

Buat kalian yang baca blog ini, sehat terus dan panjang umur. Bahagia tanpa merusak bahagia orang lain.

See you di postingan blog selanjutnya✨

Sunday, July 28, 2024


Berbicara tentang kripto, tentu Binance menjadi salah satu perusahaan yang bisa kita perhitungkan. Bagaimana tidak? Keberadaan Binance sangat penting di dunia kripto, karena jumlah transaksi dan penggunaannya yang sangat banyak.

Beberap minggu lalu, aku membuka LinkedIn-ku. Aku rindu dengan teman-teman yang memang hanya bisa aku lihat melalui LinkedIn. Entah mengapa, aku masuk ke halaman Jobs dan langsung disuguhkan dengan beberapa pilihan yang diberikan oleh Binance. Menariknya, placement untuk posisi ini semuanya di Singapura. Siapa yang tak tertarik?

Sebenarnya, aku sendiri tidak berharap lebih. Namun, pagi aku apply, siang aku dihubungi untuk call screening, sore aku diberikan test. Semuanya dilakukan dalam satu hari dengan sangat cepat. 

Assessment yang mereka berikan menurutku cukup sulit. Kamera harus menyala dan ada beberapa tombol di keyboard yang tidak boleh dipencet sengaja ataupun tidak. Semuanya jelas dan sangat tertata.

Keesokan harinya, HR kembali menghubungiku untuk test tahap akhir. Semuanya benar-benar sangat cepat. Orang Indonesia sepertiku sangat kaget karena jadwal kerjaku tak beraturan. Bisa dibilang hari ini mungkin aku bisa santai, namun tidak dengan hari ketika aku jadwalkan untuk test nantinya. Namun, semuanya harus professional. Aku mengajukan jadwal yang cocok untukku dan mereka setuju.

Singkatnya, hal yang aku takutkan terjadi. Huru hara di tempatku bekerja membuatku tidak fokus. Ini mungkin bukan sebuah alasan namun yang aku takutkan benar-benar terjadi. Lusanya, aku mendapat surat penolakan

Sedih? Sangat. Satu langkah lagi untuk bisa berada dicerita hidup yang baru. Tapi tak mengapa. Hidup jika terlalu lancar, lalu apa nikmatnya? 

Friday, June 7, 2024

Tulisan ini dibuat tepat 2 hari setelah Rafah diserang Israel. Namun dalam tulisan ini aku akan menceritakan tentang Bapakku serta budaya kami ketika lebaran di Belitung.


Seperti yang kita semua ketahui, sejak penyerangan Israel ke Palestina pada bukan Oktober tahun lalu, gaungan untuk boykot produk yang menyokong Israel semakin kencang.


Aku termasuk salah satu orang yang kencang membicarakan soal boykot ini. Namun, satu hal yang ingin aku ceritakan.


Walau aku melakukan boykot, aku tidak pernah mengajak orang disekitarku untuk melakukan hal yang sama. Menurutku, tidak semua orang bisa. Termasuk, Bapakku. Beliau sudah berumur 50 tahun tapi orang tua tetap orang tua. Aku menghormati Beliau layaknya anak dan Bapak.


Lebaran kemarin, sama seperti lebaran yang sebelum-sebelumnya. Keluarga kami selalu sibuk mempersiapkan ini itu untuk disuguhkan. Namun, waktu itu, aku ingat sekali Bapakku bertanya kepadaku, “Ingin beli minuman apa, Kak?” Aku jawab, “Apapun asal jangan Coca Cola.” Lalu aku jelaskan ke Bapak kenapa aku tidak ingin ada Coca Cola. Namun, aku kembalikan ke Beliau. Apapun, asal Bapakku senang dan aku hanya cukup bertahan dengan pendirianku.


Aku tidak tahu bagaimana lebaran di kampung orang, namun di kampung kami, Coca Cola dan minuman manis lainnya mengambil peran penting. Seperti tidak bisa dilepaskan. Mungkin hukumnya sama wajibnya seperti lebaran dan ketupat.


Mendengar aku menjawab seperti itu, Bapak langsung bilang, “Bapak kepengennya itu, Kak.” Dengan nada seperti orang yang benar-benar merindukan rasa Coca Cola. Sedikit cerita, Bapak memang aku larang keras minum minuman manis. Bukan hanya Coca Cola. Namun tahun-tahun sebelumnya, lebaran seperti “cheating day” beliau. Dia bebas ingin minum apapun ketika lebaran dan kami tidak pernah melarangnya. Seperti membiarkan Beliau untuk merayakan lebaran karena sudah berpuasa.


Singkat cerita, beberapa hari kemudian Bapak membeli berbagai macam minuman manis. Aku tidak berharap Beliau mendengarkanku. Tapi aku kaget karena Beliau memang tidak membeli produk Coca Cola. Tidak satu botolpun.


Lantas aku berpikir…

Bagaimana mungkin seorang Bapak yang sangat keras kepalanya mendengarkan anaknya?

Bagaimana mungkin “tradisi” Coca Cola dan lebaran selama berpuluh tahun kami jalankan dipatahkan begitu saja oleh Bapak?


Lantas aku juga berpikir… aku tahu betul bagaimana kerasnya watak Bapak. Aku hafal betul apa kurangnya Beliau. 

Tapi, ketika Bapakku bisa… aku yakin orang lain bisa. Sangat yakin.


Rispek paling kencang untuk Bapak Ferry, Bapak kesayangannya Ferra. 

Monday, April 8, 2024

𝘼𝙥𝙧𝙞𝙡 𝙩𝙝𝙚 7𝙩𝙝

𝘼𝙣𝙙 𝙣𝙤𝙩𝙝𝙞𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙨 𝙘𝙝𝙖𝙣𝙜𝙚𝙙

𝙄𝙩'𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙙 𝙩𝙤 𝙜𝙚𝙩 𝙗𝙮

𝙒𝙝𝙚𝙣 𝙮𝙤𝙪'𝙧𝙚 𝙨𝙩𝙞𝙡𝙡 𝙤𝙣 𝙢𝙮 𝙢𝙞𝙣𝙙 𝙚𝙫𝙚𝙧𝙮 𝙙𝙖𝙮

𝙎𝙤𝙢𝙚𝙩𝙞𝙢𝙚𝙨 𝙄 𝙦𝙪𝙚𝙨𝙩𝙞𝙤𝙣

𝙄𝙛 𝙮𝙤𝙪 𝙛𝙚𝙚𝙡 𝙩𝙝𝙚 𝙨𝙖𝙢𝙚?

𝘿𝙤 𝙬𝙚 𝙢𝙖𝙠𝙚 𝙨𝙩𝙪𝙥𝙞𝙙 𝙟𝙤𝙠𝙚𝙨?




Thursday, April 4, 2024


Entahlah. Mungkin hutang(?) yang belum terbayarkan karena aku lupa atau sekedar aku tidak tahu orang yang memberinya menganggap itu hutang.

Apa lagi ya? Ah, sebagai anak rantau, aku sangat khawatir dengan kesehatan orang tuaku. Kesehatanku nomor sekian. Namun, aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya ketika aku sedang bekerja namun tiba-tiba mendapatkan kabar tidak baik. Akhir-akhir ini aku khawatir dengan hal itu.

Tuesday, April 2, 2024

 

Ibu. Ketika perempuan menikah dan fokus membesarkan anak di rumah, seringkali jika mereka ditanya, “Bekerja dimana?” Jawabannya selalu, “Tidak bekerja. Di rumah saja.”


Betulkah mereka itu di rumah saja? Betulkah mereka tidak mengurus anak? Betulkah mereka tidak membereskan rumah? Apakah itu bukan pekerjaan? 


Jika aku menjadi seorang Ibu dan ditanya seperti pertanyaan di atas, aku akan menjawab, “Saya bekerja di rumah. Membereskan rumah dan merawat anak-anak.”


Membesarkan anak termasuk bekerja. Bahkan berapapun upahnya, sungguh tak ternilai harganya.


Monday, March 25, 2024

 

Digendong di bahu Bapak dan tertawa melihat topeng monyet. Ingatan dimana adikku yang laki-laki belum lahir dan Bapak menghabiskan banyak waktu denganku karena Bapak tau aku akan menyusahkkan Mamak yang sedang hamil besar.


Sekedar melihat topeng monyet di pelabuhan atau jalan-jalan sore naik sepeda butut milik Bapak. Aku akan ingat itu terus. Kenangannya, rasanya, dan kebahagiannya. Selamanya.

Sunday, March 24, 2024

 

Aku ingin pulang ke rumah hanya dengan satu pintu teleportasi seperti di kartun Doraemon. Aku ingin menghabiskan banyak waktuku untuk Ibu dan Bapak. Aku ingin hadir disisi mereka ketika mereka sedih ataupun senang. Aku juga ingin hadir ketika Bapak bilang ia merindukanku. 


Aku ingin di samping mereka ketika mereka membutuhkanku. Dan… aku ingin mereka ada di sampingku dan memelukku ketika aku sedih.

24 Maret

3/24/2024 09:32:00 AM 0 Comments


two days after my birthday...

Aku senang kamu masih menungguku. Aku senang kamu masih memelukku sebagaimana seharusnya. Aku senang karena kita baik-baik saja.

Namun sayang... ternyata aku salah. Kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi ku harap, pelukanmu dan waktumu ketika menunggu adalah sesuatu yang nyata tanpa ada retorika.

Terima kasih. Aku bahagia pernah mengenalmu. Aku harap kamu juga...

Saturday, March 23, 2024

 

Hi, Ikbar. Aku ingin jujur ke kamu. Kamu baik, kamu manis, dan kamu tangguh. Aku juga sama. Mungkin kadar baiknya sedikit berbeda karena kadang aku sangat galak (ke orang sekitarku jika mereka malas bekerja-,-)


Tapi, Ikbar, aku juga ingin jujur kalau semua kebetulan yang terjadi diantara kita memang sangat kebetulan. Pssttt… Benar… Dulu aku pernah stalking kamu. Tapi itu dulu dan aku senang dengan hidup yang kamu jalani sekarang. Semoga kamu terus berbahagia, terus sehat, dan terus bertumbuh. Mari bertemu diwaktu yang tepat dan saat yang tepat. Kapapun itu jika kita bertemu tanpa sengaja, mari saling bertegur sapa. :) 

Monday, March 18, 2024


Hi, blog kesayangankuuuu!!!✨ kali ini aku mau cerita kalau aku happy sekali habis main ke Pasar Santa. Terakhir aku ke Pasar Santa tahun 2019. 2023 kemarin sempat main tapi hanya sebatas beli tahu pedas saja tapi tidak masuk.


Balik lagi, setelah 5 tahun tidak berkunjung, banyak sekali perubahannya. Aku mampir lihat barang-barang lucu dan yang pasti mampir ke Post Santa, toko buku indie yang wajib dikunjungi ketika ke Pasar Santa.


Waktu di Post Bookshop, jujur aku kalap karena semua bukunya aku suka, tapi aku memutuskan untuk beli 5 buku saja. Tak banyak tapi cukup untuk menghabiskan April nanti.


Habis dari Post Santa, aku beli baked potato yang viral di luar negeri. Nama tokonya Neustadt Eatery. Aku beli baked potato yang Philadelphia. Enaaak dan creamy


Habis baked potato, aku juga beli cake yang gluten free. Aku lupa nama toko dan menunya, tapi kalo kalian lihat di IG Pasar Santa terus lihat video ada toko kue yang buat devil fruit, nah itu dia. 


Oh iya, aku juga beli cincin kucing hitam. Memang aku ga suka kucing tapi kalo kucing hitam, bisa dibicarakan 🤝


Habis jajan dan ini itu, aku keluar dan jalan lumayan jauh ke arah Mbloc Space. Ternyata banyak perubahan dari 2018 yang baru aku notice kemarin. Kind of healing with another level; nostalgia pasar zaman aku masih kecil dan sekarang aku mau 27 tahun dan masih senang main ke Pasar Santa.

Btw, puasa kalian gimana? Sudah bolong berapa?!!! Puasaku lancar dan Alhamdulillah ibadahku juga lancar✨ semoga kalian juga yaaa!!! 

Rainbow