Aku senang kamu masih menungguku. Aku senang kamu masih memelukku sebagaimana seharusnya. Aku senang karena kita baik-baik saja.
Namun sayang... ternyata aku salah. Kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi ku harap, pelukanmu dan waktumu ketika menunggu adalah sesuatu yang nyata tanpa ada retorika.
Terima kasih. Aku bahagia pernah mengenalmu. Aku harap kamu juga...

No comments:
Post a Comment